Dua penawaran untuk satu kontainer arang atau kopi yang sama bisa terlihat sangat berbeda hanya karena memakai Incoterm berbeda. Harga EXW tampak paling murah, tetapi pembeli masih harus membayar trucking, pengurusan ekspor, ongkos kapal, dan asuransi. Harga CIF tampak mahal, padahal sebagian besar biaya itu sudah termasuk. Panduan ini menjelaskan empat Incoterm yang paling sering dipakai untuk pengiriman dari Indonesia: siapa membayar apa, kapan risiko berpindah ke pembeli, dan cara memilihnya.
Apa yang diatur Incoterm, dan apa yang tidak
Incoterm adalah istilah perdagangan standar yang diterbitkan International Chamber of Commerce. Edisi yang berlaku saat ini adalah Incoterms 2020. Setiap istilah mengatur tiga hal: biaya yang ditanggung penjual, pekerjaan yang dilakukan penjual (misalnya pengurusan ekspor), dan titik saat risiko kehilangan atau kerusakan berpindah dari penjual ke pembeli. Incoterm tidak mengatur kapan kepemilikan berpindah atau cara pembayaran; itu ditulis di kontrak jual beli dan termin pembayaran.
Empat istilah dalam satu tabel
| Istilah | Penjual menyerahkan | Urus ekspor | Ongkos kapal | Risiko pindah ke pembeli |
|---|---|---|---|---|
| EXW – Ex Works | Di gudang penjual | Pembeli | Pembeli | Saat barang siap diambil |
| FOB – Free On Board | Di atas kapal, pelabuhan muat | Penjual | Pembeli | Di atas kapal, pelabuhan muat |
| CFR – Cost and Freight | Di atas kapal, pelabuhan muat | Penjual | Penjual | Di atas kapal, pelabuhan muat |
| CIF – Cost, Insurance and Freight | Di atas kapal, pelabuhan muat | Penjual | Penjual, plus asuransi | Di atas kapal, pelabuhan muat |
EXW: harga terendah, pekerjaan terbanyak bagi pembeli
Dalam EXW, penjual hanya menyiapkan barang di fasilitasnya. Secara aturan, pembeli bertanggung jawab atas pemuatan, pengurusan ekspor, dan seterusnya. Dalam praktik, pembeli asing sulit mengurus ekspor dari Indonesia, sehingga EXW paling cocok bila Anda punya freight forwarder sendiri di Indonesia. Harga EXW kami sudah termasuk kotak cetak, plastik dalam, strapping, dan pemuatan ke truk atau kontainer Anda, sehingga tidak ada area abu-abu.
FOB: pilihan paling umum importir berpengalaman
Dalam FOB, penjual mengantar kontainer ke pelabuhan, mengurus ekspor, dan memuatnya ke kapal. Risiko berpindah saat barang sudah di atas kapal di pelabuhan muat, misalnya Tanjung Perak di Surabaya atau Tanjung Priok di Jakarta. Pembeli memesan dan membayar ongkos kapal, cocok bagi yang sudah punya tarif kontrak dengan pelayaran atau forwarder.
CFR dan CIF: satu harga sampai pelabuhan tujuan
Dalam CFR, penjual juga memesan dan membayar ongkos kapal sampai pelabuhan tujuan. CIF menambahkan asuransi kargo yang diurus penjual. Perlu dicatat, dalam Incoterms 2020 CIF hanya mewajibkan pertanggungan minimum (Institute Cargo Clauses C), jadi bila ingin cakupan lebih luas, cantumkan di kontrak atau asuransikan sendiri. Pada kedua istilah, risiko tetap berpindah ke pembeli saat barang dimuat di Indonesia, meskipun ongkos kapal dibayar penjual.
Mana yang sebaiknya dipilih?
- Order pertama, belum punya forwarder: minta CFR atau CIF agar bisa membandingkan harga sampai pelabuhan.
- Sudah punya kontrak freight: FOB biasanya memberi total biaya terbaik dan kendali paling besar.
- Punya forwarder di Indonesia: EXW bisa efektif dan membuat harga produk transparan.
- Selalu: sebutkan tempat atau pelabuhan setelah istilahnya, misalnya “FOB Tanjung Perak, Incoterms 2020”.
Kaitannya dengan pembayaran
Incoterm tidak mengatur termin pembayaran. Untuk semua Incoterm kami memakai T/T bertahap: 50% uang muka saat order dikonfirmasi, 20% saat packing dimulai, dan 30% saat kontainer ditutup. Penawaran standar kami EXW Indonesia, dan kami menghitungkan FOB, CFR, atau CIF sesuai permintaan; cukup sebutkan pelabuhan tujuan Anda.
Ingin membandingkan EXW, FOB, dan CIF untuk pasar Anda? Kirim pelabuhan tujuan via WhatsApp dan kami hitungkan ketiganya.



